banner 728x250
NEWS  

Dandim 1422 Maros Pimpin Groundbreaking Koperasi Desa di Kelurahan Pettuadae

Ghazi.id, Maros – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus digenjot di Kabupaten Maros sebagai bagian dari target nasional penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.

Kamis (14/5/2026), peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih kembali dilaksanakan di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. kabupaten Maros

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros, Agung Yuhono, bersama jajaran pemerintah daerah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros Andi Sam Sophyan, Camat Turikale Nasaruddin, Project Management Office ( PMO ) Kemenkop Kab.Maros, A. Riad Arismunandar, Pendamping Bisnis Asisten Kecamatan Turikale Nur Hasanah,serta masyarakat

Dalam sambutannya, Letkol Armed Agung Yuhono mengatakan pembangunan KDKMP di Kelurahan Pettuadae menjadi titik ke-44 dari total target pembangunan koperasi di wilayah Maros. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Ini merupakan titik ke-44 yang akan kami bangun di wilayah Maros. Alhamdulillah sampai hari ini sudah ada 14 titik yang pembangunannya selesai 100 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan koperasi ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan agar dapat mendukung target nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Presiden menargetkan sebanyak 35 ribu unit Koperasi Merah Putih dapat terbangun di seluruh Indonesia hingga Agustus 2026.

Karena itu, Kodim 1422 Maros mendapat target membangun 57 titik koperasi di wilayah Kabupaten Maros. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan yang sesuai.

“Jadi kami mohon bantuan dari pemerintah daerah, Pak Kadis, Pak Camat, dan Pak Bupati untuk penyediaan lahan agar target pemerintah bisa sama-sama kita dukung,” katanya.

Meski demikian, Agung mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam pencarian lahan yang memenuhi syarat ukuran pembangunan koperasi. Menurutnya, kebutuhan lahan berukuran 30 x 20 meter menjadi tantangan tersendiri di beberapa wilayah.

“Sementara kami masih dibantu pemerintah daerah untuk mencari lahan-lahan yang memenuhi syarat. Memang kendala kami di sini adalah mencari lahan ukuran 30 x 20 meter,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya optimistis target pembangunan dapat tercapai melalui kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang cepat menjadi kunci penyelesaian berbagai kendala di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros Andi Sam Sophyan, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan TNI dalam percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut dinilai mempercepat realisasi program sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Di Kecamatan Turikale sendiri, pemerintah kecamatan menyebut saat ini sudah terdapat beberapa titik pembangunan koperasi yang berjalan. Selain di Kelurahan Pettuadae, pembangunan juga telah berlangsung di sejumlah wilayah lain dan sebagian masih dalam tahap persiapan lokasi.

Pemerintah berharap keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya dapat menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat, mendorong usaha produktif warga, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis komunitas di tingkat kelurahan dan desa.(Ar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *