banner 728x250
NEWS  

Konflik Internal Pesantren Darul Istiqomah Maros Kembali Memanas, SPIDI Ikut Terdampak

Ghazi.id |Maros – Konflik internal di lingkungan Pesantren Darul Istiqomah, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali memanas. Perseteruan yang disebut telah berlangsung hampir 15 tahun tersebut kini mulai berdampak terhadap lingkungan pendidikan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI).

Situasi semakin menjadi perhatian setelah tim dari Polda Sulawesi Selatan melakukan pemasangan police line pada bagian portal kawasan pesantren.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, tindakan tersebut disebut berkaitan dengan laporan yang sebelumnya disampaikan oleh perwakilan warga yang berada di lingkungan pesantren kepada pihak kepolisian.

Konflik yang melibatkan persoalan internal keluarga tersebut hingga kini belum menemukan titik temu dan masih dalam proses hukum.

Di tengah proses tersebut, kawasan pendidikan SPIDI disebut ikut terdampak. Sejumlah pihak diduga melakukan aksi pendudukan di sekitar kawasan pendidikan dengan alasan bahwa lokasi tersebut diklaim masih termasuk dalam kawasan Pesantren Darul Istiqomah.

Kondisi itu kemudian menimbulkan kekhawatiran dari pihak sekolah lantaran aktivitas di sekitar gerbang SPIDI dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar serta kenyamanan dan keamanan ratusan santriwati.

Pihak SPIDI berharap konflik yang terjadi antara pihak-pihak yang berselisih tidak menyeret lingkungan pendidikan dan para santriwati yang sama sekali tidak berkepentingan dengan persoalan tersebut.

Salah seorang pembina SPIDI mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi yang terjadi.

Menurutnya, pihak sekolah hanya ingin memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung dalam suasana aman, nyaman dan kondusif.

“Tentu terganggu, apalagi murid kami perempuan. Logikanya saja pak, kalau yang datang itu niatnya baik alhamdulillah. Tapi kalau kedatangan mereka tidak baik, apalagi sudah tengah malam kira-kira bagaimana,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah tidak ingin ratusan santriwati ikut terseret dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Kasihan anak-anak kami. Mereka datang ke sini untuk belajar. Kami berharap jangan sampai persoalan ini mengganggu ketenangan dan kenyamanan mereka,” tuturnya.

Pihak SPIDI pun meminta seluruh pihak yang bersengketa menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Menurut pihak sekolah, kawasan pendidikan seharusnya tidak dijadikan tempat untuk melampiaskan konflik maupun perbedaan kepentingan antarpihak.

“Tentu persoalan ini kita serahkan kepada Allah SWT, agar bisa cepat berlalu. Kasihan santri kami yang berjumlah ratusan orang, kalau terganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Muallim, salah satu pimpinan Pesantren Darul Istiqomah, saat ditemui awak media mengungkapkan bahwa konflik internal di lingkungan pesantren tersebut telah berlangsung cukup lama.

Ia menyebut persoalan tersebut bahkan telah berjalan hampir 15 tahun.

Menurut Ustadz Muallim, konflik tersebut salah satunya berkaitan dengan adanya rencana pengembangan kawasan pesantren menjadi kawasan properti terpadu.

“Jadi konflik di pesantren ini sudah hampir 15 tahun. Ada rencana merubah pesantren ini menjadi kawasan properti, kawasan terpadu. Dia melibatkan pihak ketiga, ada namanya PT Relife Indonesia, perusahaan properti dari Jakarta, dan yang di belakang adik saya, Pak Tamsil Linrung,” ucapnya.

Ustadz Muallim menyebut kawasan pesantren tersebut memiliki luas kurang lebih 60 hektare.

Menurutnya, kawasan itu selama ini tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menyalurkan amal jariah.

Ia bersama sebagian anggota keluarga mengaku tidak sepakat apabila kawasan tersebut dialihkan menjadi kawasan komersial.

Ustadz Muallim berpandangan bahwa tanah yang menurutnya merupakan tanah wakaf memiliki ketentuan hukum tersendiri dan tidak semestinya diperjualbelikan.

“Sebagian daripada saya bersaudara itu menganggap bahwa ini adalah wakaf. Wakaf mau dikomersilkan dan mau dijual, hukumnya haram,” ungkapnya.(Ar)

Chat via WhatsApp
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *