Ghazi.id |Maros – Musim kemarau yang berlangsung saat ini berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros melaksanakan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
Untuk mendukung keberlanjutan distribusi air bersih, BRPBAPPP Maros juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

Salah satu bentuk dukungan datang dari BRI Cabang Maros melalui program kepedulian sosial dan CSR berupa pengadaan bak air. Sarana tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sekaligus mendukung proses distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana penunjang distribusi air bersih sehingga jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat semakin luas.
Kepala BRPBAPPP Maros menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kekeringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih.
“Kolaborasi dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, upaya penanganan dampak musim kemarau di Kabupaten Maros diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih. (Ar)














