Ghazi.id, Maros — Suasana penuh semangat dan nuansa persaudaraan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kabupaten Maros yang digelar di Aula Grand Waterboom Maros, Sabtu (14/3/2026). Forum tertinggi organisasi Pramuka di tingkat kabupaten tersebut menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Muetazim Mansyur sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros masa bakti 2026–2030.
Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah mayoritas peserta Muscab menyatakan dukungan penuh kepada Muetazim. Dari total 14 Kwartir Ranting (Kwarran) yang ada di Kabupaten Maros, sebanyak 13 Kwarran secara bulat mengusulkan satu nama yang sama, yakni Muetazim Mansyur, untuk memimpin organisasi kepanduan tersebut selama lima tahun ke depan.
Dukungan yang mengalir hampir tanpa perdebatan itu mencerminkan besarnya kepercayaan para pengurus kwartir ranting terhadap kapasitas dan komitmen Muetazim dalam menggerakkan roda organisasi Pramuka di Kabupaten Maros.
Dalam sambutannya usai terpilih, Muetazim menyampaikan harapannya agar kepengurusan Kwarcab yang akan dibentuk nantinya dapat bekerja secara solid, profesional, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
“Semoga kepengurusan yang terbentuk nantinya diisi oleh sosok-sosok yang handal dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan organisasi Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja sama yang baik serta semangat kebersamaan, Kwarcab Pramuka Maros mampu menorehkan berbagai prestasi serta berkontribusi lebih luas dalam pembinaan generasi muda.
Muetazim Mansyur sendiri akan melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Suhartina Bohari pada periode 2021–2026.
Sementara itu, Wakil Ketua Harian Kwarcab Maros, Faradillah Usman, menegaskan bahwa Musyawarah Cabang bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis yang menentukan arah perjalanan Gerakan Pramuka ke depan.
Menurutnya, Muscab menjadi ruang refleksi untuk menilai capaian kepengurusan sebelumnya sekaligus merumuskan langkah-langkah baru bagi penguatan organisasi.
“Muscab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang memiliki fungsi penting, mulai dari melakukan evaluasi kepengurusan sebelumnya, menyusun rekomendasi program, hingga memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta Muscab dapat memanfaatkan forum tersebut secara bijak demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros.
Faradillah juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam setiap proses pengambilan keputusan di dalam organisasi.
“Pramuka selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Karena itu, dalam setiap dinamika organisasi, kebersamaan dan semangat gotong royong harus tetap menjadi landasan utama,” tutupnya.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, diharapkan Gerakan Pramuka Kabupaten Maros semakin aktif, inovatif, serta mampu menjadi wadah pembinaan karakter bagi generasi muda yang tangguh dan berintegritas.














