banner 728x250

Petani Maros Beralih ke Sistem Digital, Pembelian BBM Subsidi Kini Gunakan Barcode

Ghazi.id, Maros- Upaya mendorong transparansi dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Maros. Salah satu langkah konkret yang kini diterapkan adalah penggunaan sistem barcode atau QR Code bagi petani dalam melakukan pembelian BBM subsidi, khususnya Solar dan Pertalite, untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kebijakan ini terintegrasi melalui program Subsidi Tepat berbasis aplikasi MyPertamina (XSTAR) serta layanan daerah yang dikelola oleh Dinas Pertanian setempat. Sistem tersebut mewajibkan setiap petani pengguna alsintan untuk memiliki barcode sebagai syarat utama dalam transaksi di SPBU.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pertanian Maros, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini bertujuan memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran, sekaligus meminimalisir potensi penyalahgunaan di lapangan.

“Dengan sistem barcode ini, distribusi BBM lebih terkontrol dan sesuai peruntukannya. Selain itu, pencatatan penggunaan juga menjadi lebih tertib dan transparan,” ujarnya.

Dalam proses pengajuan barcode, petani diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administrasi. Di antaranya fotokopi KTP, surat permohonan dari pemilik alsintan yang telah diketahui oleh pemerintah desa atau kelurahan, data eRDKK kelompok tani (poktan), serta dokumentasi alat yang akan digunakan.

Seluruh berkas tersebut kemudian diajukan ke Dinas Pertanian untuk melalui tahapan verifikasi. Jika dinyatakan memenuhi syarat, dinas akan menerbitkan rekomendasi sekaligus barcode yang dapat digunakan untuk pembelian BBM subsidi di SPBU sesuai lokasi yang diajukan.

Adapun jenis alsintan yang masuk dalam skema ini meliputi traktor seperti rotavator, kultivator, dan bajak singkal, mesin pompa air (irpom), hingga mesin panen seperti combine harvester, serta berbagai alat lainnya yang mendukung aktivitas pra dan pascapanen.

Penerapan sistem ini juga memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses BBM subsidi secara legal dan terdata, sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan energi sektor pertanian.

Dinas Pertanian Maros menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga penerbitan barcode tidak dipungut biaya. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi petani dalam memanfaatkan sistem digital tersebut demi mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.(ar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *