banner 728x250
DAERAH  

Maros Sejuk Berbuah Hasil: Deretan Capaian Chaidir–Muetazim di Tahun Pertama

Ghazi.id, Maros — Tepat satu tahun memimpin Kabupaten Maros, Bupati Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur memaparkan deretan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Maros sepanjang 2025.

Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta. Refleksi satu tahun kepemimpinan ini digelar di Gedung Serbaguna Maros, Jumat (20/2/2026), dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga.

Dalam sambutannya, Chaidir menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Maros atas dukungan selama satu tahun masa kepemimpinannya.

“Terima kasih atas dukungannya. Mari kita kembali bekerja menuntaskan janji-janji dan melanjutkan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maros,” ujar Chaidir.

Chaidir mengakui, tahun pertama kepemimpinannya diwarnai beragam tantangan. Namun, melalui semangat “Maros Sejuk”, Pemkab Maros menegaskan komitmen turun langsung ke lapangan. Sejumlah persoalan menjadi prioritas, mulai dari pembenahan infrastruktur rusak, penataan sungai, hingga merespons aspirasi warga, termasuk melalui kanal media sosial.

Sejumlah capaian strategis pun dipaparkan. Pemkab Maros kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya. Selain itu, Maros mendapatkan pengakuan sebagai kabupaten maju dari BRIN serta apresiasi kebijakan unggul dari LAN RI.

“Penghargaan ini adalah cerminan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, angka stunting diklaim turun signifikan dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Pemkab Maros juga memperkuat layanan kesehatan dengan membangun RS Camba dan RS dr. La-Palalloi sebagai upaya pemerataan akses layanan medis hingga wilayah pinggiran.

Sementara di bidang infrastruktur, sejumlah proyek strategis telah diresmikan, di antaranya Jembatan Minasa Upa Bontoa dan Jembatan Arra–Damma di Tompobulu dengan nilai anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Pembangunan jalan beton di wilayah pelosok juga terus dikebut dengan total anggaran mencapai Rp28 miliar.

Pada sektor pendidikan, sebanyak 68 unit bangunan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan total anggaran Rp23 miliar. Selain itu, bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP juga digelontorkan senilai Rp3,92 miliar untuk meringankan beban orang tua.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menambahkan bahwa dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah pusat menjadi salah satu prioritas utama. Pemkab Maros telah memfasilitasi pembangunan 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan target 97 ribu penerima manfaat.

Selain itu, kepengurusan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 103 desa dan kelurahan, dengan 31 fasilitas fisik yang telah dibangun. Untuk mendukung program Sekolah Rakyat, Pemkab Maros juga menyiapkan tiga lokasi sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat.

“Rangkuman satu tahun ini bukan untuk berbangga diri, melainkan sebagai bentuk laporan dan tanggung jawab kami kepada masyarakat Maros,” tutup Muetazim.(Sakti)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *