Ghazi.id, Makassar – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, ratusan Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar mulai memasuki Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebanyak 393 jemaah yang berasal dari Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar tiba secara bertahap menggunakan bus dan kendaraan pribadi. Setibanya di lokasi, para jemaah langsung diarahkan menuju Aula Arafah untuk mengikuti proses penerimaan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Selama berada di asrama, para jemaah menjalani sejumlah tahapan penting, mulai dari pembekalan manasik, pemeriksaan kesehatan akhir, hingga pembagian dokumen perjalanan seperti paspor dan uang saku (living cost). Seluruh proses ini dilakukan guna memastikan kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan.
Rencananya, para jemaah kloter pertama ini akan diterbangkan pada Rabu dini hari melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Tanah Suci.
Dari total 393 jemaah, enam orang di antaranya merupakan petugas haji yang akan mendampingi selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah. Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia serta penyandang disabilitas guna memastikan kenyamanan dan keamanan selama proses keberangkatan.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar tahun ini akan memberangkatkan sebanyak 16.750 jemaah yang terbagi dalam 43 kelompok terbang dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia.
Pada penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah menghadirkan sejumlah inovasi layanan. Salah satunya adalah pembagian kartu Nusuk yang kini dilakukan langsung di Asrama Haji Sudiang, tidak lagi di Arab Saudi. Pembagian ini dilakukan bersamaan dengan gelang identitas, paspor, dan dokumen lainnya melalui sistem layanan terpadu (one stop service) di Aula Arafah.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem Makkah Route, yakni proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi yang dilakukan langsung di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Dengan sistem ini, waktu persiapan keberangkatan yang sebelumnya sekitar empat jam kini menjadi enam jam demi memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan terintegrasi.
Pihak Embarkasi Makassar memastikan seluruh persiapan, mulai dari administrasi, fasilitas, hingga pemeriksaan kesehatan, telah siap untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun ini.
Salah satu jemaah asal Soppeng, Arfan, mengaku bersyukur dapat berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar hingga kembali ke tanah air.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah terus ditingkatkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, kebersamaan, serta mematuhi seluruh aturan agar ibadah berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.(Sakti)














